4 Jenis APAR dan Fungsinya: Panduan Lengkap Proteksi Kebakaran Gedung & Rumah

jenis dan fungsi pemadam kebakaran semua jenis 2026

Kebakaran merupakan salah satu risiko bencana mendadak yang dapat menimbulkan kerugian harta benda hingga ancaman keselamatan jiwa. Langkah awal yang paling krusial dalam mengendalikan kobaran api sebelum membesar adalah dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua tabung pemadam api memiliki isi dan kegunaan yang sama? Menggunakan jenis APAR yang salah untuk memadamkan sumber api tertentu tidak hanya berpotensi gagal memadamkan kebakaran, tetapi juga bisa memperluas kobaran api bahkan membahayakan keselamatan penggunanya.

Oleh karena itu, memahami jenis APAR dan fungsinya berdasarkan media pemadam serta klasifikasi kebakaran adalah pengetahuan dasar keselamatan K3 yang wajib diketahui oleh pemilik bangunan, pengelola gedung, maupun masyarakat umum.

Mengenal Kelas Kebakaran Sebagai Dasar Pemilihan APAR

Sebelum membahas jenis-jenis APAR, langkah pertama yang wajib Anda pahami adalah Klasifikasi Kelas Kebakaran. Berdasarkan Standar Permenakertrans No. Per-04/Men/1980, kebakaran dikelompokkan berdasarkan bahan bakar atau sumber pemicunya:

  1. Kelas A: Kebakaran yang disebabkan oleh bahan padat non-logam yang mudah terbakar, seperti kayu, kertas, kain, plastik, dan karet.
  2. Kelas B: Kebakaran yang dipicu oleh bahan cair atau gas yang mudah terbakar, seperti bensin, solar, minyak goreng, cat, alkohol, dan LPG.
  3. Kelas C: Kebakaran yang melibatkan instalasi listrik bertegangan, seperti korsleting panel listrik, peranti elektronik, stopkontak, dan komputer.
  4. Kelas D: Kebakaran yang disebabkan oleh bahan logam kimia yang mudah terbakar, seperti magnesium, natrium, titanium, dan aluminium.

4 Jenis APAR Berdasarkan Media Pemadam dan Fungsinya

Tabung APAR dirancang khusus memuat media kimia tertentu yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelas kebakaran. Berikut adalah 4 jenis APAR utama yang umum digunakan beserta fungsinya:

1. APAR Dry Chemical Powder (Serbuk Kimia Kering)

APAR jenis Dry Chemical Powder terdiri dari kombinasi bahan kimia Monoammonium Phosphate dan Sodium Bicarbonate. Ketika disemprotkan, serbuk ini akan keluar mendorong oksigen dan menyelimuti bahan bakar sehingga rantai reaksi kimia pemadaman api dapat terhenti secara cepat.

  • Fungsi Utama: Digunakan untuk memadamkan kebakaran Kelas A, B, dan C (Multipurpose).
  • Kelebihan:
    • Paling fleksibel dan serbaguna karena dapat memadamkan hampir seluruh kelas kebakaran umum.
    • Ekonomis dan berdaya jangkau tinggi.
  • Kekurangan:
    • Mengisi ruangan dengan debu halus yang menyisakan residu (kotor).
    • Dapat merusak perangkat elektronik sensitif jika tidak segera dibersihkan setelah pemadaman.
  • Area Penempatan Ideal: Lorong gedung perkantoran, perumahan, toko, garasi, dan gudang penyimpan barang padat.

2. APAR Carbon Dioxide (CO2)

APAR CO2 berisi gas karbondioksida murni bernoda dingin bertekanan tinggi. Bekerja dengan dua cara utama: mengisolasi kandungan oksigen di sekitar titik api serta mendinginkan suhu area kebakaran secara drastis.

  • Fungsi Utama: Efektif untuk kebakaran Kelas B (Cairan) dan Kelas C (Listrik).
  • Kelebihan:
    • Merupakan media pemadam Clean Agent (bersih) yang tidak meninggalkan residu sama sekali setelah digunakan.
    • Sangat aman untuk peralatan elektronik mahal dan instalasi listrik bertegangan tinggi.
  • Kekurangan:
    • Kurang efektif untuk kebakaran bahan padat (Kelas A) terbuka di area berangin deras.
    • Berisiko menyebabkan frostbite pada kulit jika corong (horn) dipegang salah saat penyemprotan.
  • Area Penempatan Ideal: Ruang server, laboratorium, pusat data (data center), ruang kontrol listrik, dan rumah sakit.

3. APAR Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam)

APAR jenis Foam berbasis air dan agen pembusa khusus. Busa yang disemprotkan akan membentuk lapisan film tipis (aqueous film) di atas permukaan bahan cair yang terbakar untuk menutup pasokan oksigen sekaligus menahan uap mudah terbakar agar tidak menyebar.

  • Fungsi Utama: Sangat efektif untuk kebakaran Kelas A (Padat) dan Kelas B (Cair).
  • Kelebihan:
    • Mampu mencegah penyalaan kembali (re-ignition) pada cairan mudah terbakar secara optimal.
    • Ramah lingkungan dan tidak beracun.
  • Kekurangan:
    • Dilarang keras digunakan pada kebakaran Kelas C (Listrik) karena busa berbahan dasar air yang bersifat konduktif (menghantarkan listrik).
  • Area Penempatan Ideal: SPBU, pabrik cat, bengkel otomotif, ruang mesin, dan dapur komersial.

4. APAR Liquid Gas (Clean Agent)

APAR Liquid Gas (seperti Halotron atau pengganti Halon) menggunakan media pemadam berbentuk cair bertekanan yang akan menguap menjadi gas begitu disemprotkan ke titik api. Media ini bekerja cepat memutus reaksi kimia pembakaran tanpa membasahi maupun merusak objek di sekitarnya.

  • Fungsi Utama: Ideal untuk kebakaran Kelas A, B, dan C.
  • Kelebihan:
    • Clean agent premium tanpa residu, tidak korosif, dan tidak menghantarkan listrik.
    • Ramah lingkungan dan memiliki tingkat keamanan paling tinggi untuk peranti sensitif.
  • Kekurangan:
    • Harga relatif lebih tinggi dibanding media konvensional seperti Powder.
  • Area Penempatan Ideal: Museum, perpustakaan berkas penting, ruang pemancar radio/TV, dan laboratorium presisi.

Tabel Matriks Kesesuaian Jenis APAR dan Kelas Kebakaran

Untuk memudahkan Anda dalam memilih alat pemadam yang tepat, perhatikan tabel panduan singkat berikut:

Jenis Media APARKelas A (Benda Padat)Kelas B (Bahan Cair/Gas)Kelas C (Listrik)Keterangan Residu
Dry Chemical PowderSangat Sangat CocokSangat CocokSangat CocokBerdebu / Menyisakan Residu
Carbon Dioxide (CO2)Kurang EfektifSangat CocokSangat Sangat CocokTanpa Residu (Clean)
Foam AFFFSangat CocokSangat Sangat CocokBERBAHAYABerbusa / Basah
Liquid GasSangat CocokSangat CocokSangat CocokTanpa Residu (Clean)

Tips Menggunakan APAR dengan Metode PASS

Memiliki APAR yang tepat tidak akan maksimal jika Anda tidak tahu cara menggunakannya saat darurat. Ingat selalu metode internasional PASS:

  1. P – Pull: Tarik segel atau pin pengaman pada tuas APAR.
  2. A – Aim: Arahkan corong/selang tepat ke pangkal titik api (bukan ke ujung kobaran api).
  3. S – Squeeze: Tekan tuas atau pegangan secara mantap untuk menyemprotkan isi media.
  4. S – Sweep: Sapukan selang secara merata dari kiri ke kanan hingga api padam.

Kesimpulan

Memahami jenis APAR dan fungsinya membantu Anda berinvestasi pada sistem proteksi kebakaran yang tepat sasaran. Pastikan Anda menempatkan jenis APAR yang sesuai dengan potensi risiko di ruangan tersebut, memeriksa tekanan manometer secara berkala, serta memastikan tabung dalam kondisi teruji dan siap pakai.

Dapatkan Alat Pemadam Api Resmi dan Bersertifikat

Lindungi properti, bisnis, dan keselamatan jiwa Anda dengan produk alat pemadam api berkualitas tinggi yang memenuhi standar pengujian keselamatan nasional.

Picture of Mas APAR
Mas APAR

Penulis artikel spesialis APAR (Alat Pemadam Api)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Relate Post